Tiba-tiba Tolak Revisi UU Pemilu, Golkar dan Nasdem Disebut dapat Tawaran Menggiurkan

Selasa, 9 Februari 2021 17:23

Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto dan Ketum Nasdem Surya Paloh. 9IST)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-– Pengamat Komunikasi Politik Anang Sudjoko mengungkap penyebab penolakan Partai Nasdem dan Golkar terkait revisi UU Pemilu.

Padahal, sedari awal kedua partai besar tersebut mendukung revisi UU Pemilu dengan alasan tidak mau ada pelaksana tugas (Plt) kepala daerah.

Akan tetapi, tiba-tiba kedua partai ini memutuskan menolak pembahasan revisi UU Pemilu tersebut.

Anang menduga sikap penolakan Golkar dan Nasedem tersebut kemungkinan ada tawaran yang menggiurkan dari pihak yang setuju Pilkada serentak dilaksanakan pada tahun 2024.

“Hal ini tentu saja ada tawaran yang menguntungkan bagi Nasdem dan Golkar jika menolak revisi UU Pemilu, dalam artian dari pihak pemerintah,” ungkap Pengamat dari Universitas Brawijaya Malang itu saat dihubungi Pojoksatu.id, Selasa (9/2/2021).

Anang pun tak menampik bahwa dinamika politik tersebut berubah dengan tawaran-tawaran transaksi yang dapat menguntungkan.

“Begitulah dinamika politik, setiap perubahan selalu didahului dengan transaksi dan arah perubahan jelas akan menguntungkan kepada yang mau berubah tersebut,” jelasnya.

Anang menilai bahwa dinamika politik nasional masih didominasi dengan ideologi politik yang pragmatis tidak konsisten dengan keputusan awal.

“Politik pragmatis masih mendominasi sebagai gaya bermain partai politik yang tidak memiliki ideologi mumpuni,” tuturnya.

Sehingga, kaderisasi ideologi politik yang tidak begitu matang dengan melompat sani sini.

Komentar


VIDEO TERKINI