Banjir Indramayu, 25.206 Rumah Terendam, 2 Warga Meninggal Dunia

Rabu, 10 Februari 2021 20:30

FAJAR.CO.ID, INDRAMAYU — Hujan dengan intensitas tinggi terjadi di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat sejak Minggu (7/2/2021) lalu. Akibatnya, debit air di Waduk Cipancu mengalami peningkatan yang memicu pergerakan struktur tanah di sekitaran waduk.

Hal ini juga menyebabkan air Sungai Cilalanang, Cipanas, Cipelang, dan Cimanuk meluap ke jalan desa. Tingginya debit air juga mengakibatkan pergeseran dinding penahan Waduk Cipancu ke arah luar sejauh ± 2 meter.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyebut, total terdapat 25.206 rumah yang tersebar di 22 Kecamatan di Kabupaten Indramayu terdampak banjir. Selain rumah, 2.096 hektar sawah warga juga ikut terendam.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, 23.220 Warga dari Kecamatan Haurgeulis dan Kecamatan Losarang mengungsi ke tempat yang lebih aman. 2 orang dari Desa Karang Tumaritis, Kecamatan Haurgeulis dilaporkan meninggal dunia.

“Kondisi hingga Selasa (9/2/2021) pukul 16.00, tinggi mata air Waduk Cipancu sudah mengalami penurunan hingga ± 150 cm karena pintu dinding waduk sudah dibuka. Rencananya, Dinas Perairan akan memasangkan bambu dan menarik lurus bambu untuk mengetahui bagaimana keadaan tanah di sekitar waduk,” terang Raditya, Rabu (10/2/2021).

BPBD Kabupaten Indramayu melaporkan pada Rabu pukul 10:00 WIB, kondisi waduk Cipancu terpantau aman. Banjir juga mulai berangsur surut di beberapa kecamatan. Tetapi, masyarakat tetap dihimbau untuk selalu waspada.

Komentar