Herzaky Demokrat ke Darmizal: Dulu Saat Dibutuhkan Partai Malah Murtad, Sekarang Ngaku Paling Cinta

Rabu, 10 Februari 2021 19:09

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra. Foto: Dokpri

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menanggapi pernyataan Muhammad Darmizal MS yang menyentil kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Ketum Demokrat.

Darmizal yang mengaku sebagai salah satu tokoh senior Partai Demokrat itu menilai AHY terkesan melupakan perjuangan para pendiri partai berlambang Mercy itu.

Pernyataan itu membuat Herzaky meradang. Dia mempertanyakan kiprah Darmizal saat Pemilu 2019 lalu.

“Pak Darmizal ini dulu murtad dari Partai Demokrat. Kami mendukung siapa di Pilpres 2019, tetapi beliau malah memilih membentuk relawan Jokowi. Ada surat resmi pula beliau, mundur dari kepengurusan,” kata Herzaky dalam keterangan tertulis, Rabu (10/2/2021).

“Kalau di kami, kader murtad begini, sama saja sudah keluar dari partai,” sambung Herzaky.

Herzaky mengungkapkan Partai Demokrat saat sedang berjuang keras di Pileg 2019 karena banyak survei memprediksi Demokrat hanya 3-4 persen, tetapi Darmizal malah sibuk membentuk relawan untuk urusan pilpres yang bukan kader yang diusung Demokrat.

“Dia (Darmizal, red) juga berbeda dari arahan Ketum kami waktu itu (SBY). Kader seperti apa, ya kalau perilakunya begini?,” sindir Herzaky.

Jadi, tegas Herzaky, kalau Darmizal atau mantan kader dan kader lainnya yang bersama pejabat Istana melakukan Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa melalui rencana KLB, itu sebenarnya mau memperbaiki Partai Demokrat, atau merebut Demokrat yang sedang bagus-bagusnya di mata publik?

Kalau memang merasa dulu hebat dan sangat berjasa dalam membangun Partai Demokrat 2004-2009, silakan saja membentuk partai baru.

Tetapi dia mengingatkan Darmizal, jangan lupa ada namanya faktor SBY Effect yang sangat besar di era itu. Herzaky kembali menyentil Darmizal dengan mengatakan,“Mengapa sibuk mau membajak Partai Demokrat yang sedang naik daun?.” “Dulu pas dibutuhkan Partai, malah murtad. Sekarang, mengaku paling cinta dan ingin memperbaiki (Demokrat,” kritik Herzaky.(jpg/fajar)

Komentar