Konsumsi Teh Kunyit, Ini 6 Khasiatnya untuk Kesehatan

Rabu, 10 Februari 2021 09:01

Ilustrasi-- Minuman kunyit dipercaya bisa memberikan khasiat bagi kesehatan. (Organic Facts)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kunyit adalah rempah kuning-oranye cerah yang biasa digunakan dalam kari dan saus.

Rempah ini telah digunakan sebagai obat, antioksidan, dan sifat anti-inflamasi selama ribuan tahun. Teh kunyit adalah salah satu bentuk konsumsi kunyit yang populer.

Teh kunyit memiliki rasa yang unik. Berikut ini beberapa manfaat teh kunyit, seperti dilansir laman Genpi.co.

  1. Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh

Kunyit terbukti meningkatkan fungsi kekebalan dengan sifat antioksidan, anti-inflamasi, antivirus, dan antibakteri.

Kunyit juga telah terbukti bertindak sebagai modulator imun, membantu mengatur fungsi sel kekebalan tubuh melawan kanker.

  1. Membantu mengurangi komplikasi kardiovaskular

Beberapa penelitian menunjukkan curcumin memiliki khasiat kesehatan jantung yang bermanfaat dengan bertindak sebagai antioksidan dan antiinflamasi.

Sebuah studi tahun 2012 menemukan mengonsumsi 4 gram per hari curcumin, 3 hari sebelum dan 5 hari setelah operasi pencangkokan bypass arteri koroner, mengurangi risiko infark miokard akut atau serangan jantung sebesar 17 persen.

  1. Mengurangi gejala radang sendi

Sebagai antiinflamasi, kunyit bisa membantu mengurangi gejala artritis yang paling menonjol.

Sebuah studi di tahun 2017 menemukan dari 206 orang dewasa Amerika yang dilaporkan menderita rheumatoid arthritis, 63 persen menggunakan suplemen non-vitamin untuk mengelola gejala mereka, dengan kunyit menjadi produk paling populer yang diambil.

  1. Membantu mengelola sindrom iritasi usus besar atau IBS

Kunyit telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai pengobatan untuk banyak kondisi pencernaan. Beberapa penelitian telah menemukan kunyit bisa membantu mengurangi rasa sakit yang terkait dengan IBS dan meningkatkan kualitas hidup orang-orang dengan kondisi tersebut.

Bagikan berita ini:
6
7
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar