Konyol! Ambil Sabu-sabu Dekat Pos Polisi, Pria Ini Diganjar 11 Tahun

Rabu, 10 Februari 2021 09:56

Terdakwa Pandu saat sidang daring dengan agenda pembacaan vonis di PN Denpasar kemarin. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

FAJAR.CO.ID, BALI — Sebagai seorang kurir narkoba, Pandu bertingkah konyol. Pria 29 tahun itu mau saja saat disuruh mengambil paket sabu yang ditempel di dekat pos polisi di Jalan Muwardi, Denpasar Timur.

Lucunya, Pandu tetap nekat mengambil paket sabu meski di pos polisi sedang ada sejumlah polisi berjaga.

Waktu itu Pandu mengambil saat subuh, pukul 05.00. Gerak-gerik Pandu yang mencurigakan itu dilihat polisi. Merasa curiga, polisi membekuk pria asal Sukabumi, Jawa Barat, itu dibawa ke pos polisi.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan terhadap terdakwa. Hasilnya petugas kepolisian menemukan 5 buah plastik klip berisi 16 butir tablet warna hijau narkotik jenis ekstasi seberat 4,98 gram netto.

Polisi juga menemukan 1 plastik klip berisi sabu seberat 0,19 gram netto dari tangan terdakwa. Saat menjalani sidang putusan kemarin, Pandu juga terlihat pasrah.

Terdakwa kelahiran 26 Juli 1991 itu dinyatakan melanggar Pasal 112 Ayat (2) UU Narkotika.

“Mengadili, menjatuhkan pidana penjara selama 11 tahun dan denda sebesar Rp 800 juta subsider pidana penjara selama tiga bulan,” ujar hakim Ketua I Ketut Kimiarsa, kemarin.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan JPU Widyaningsih. Sebelumnya, JPU melayangkan tuntutan pidana penjara selama 13 tahun.

“Bagimana terdakwa, mau menerima, pikir-pikir, atau banding?” tanya hakim. Tanpa pikir panjang, terdakwa langsung menerima.

Komentar