LBH Ini Desak Kematian Ustaz Maaher Diusut

Rabu, 10 Februari 2021 13:51

Penangkapan Soni Eranata alias Ustad Maaher At-Thuwailibi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Meninggalnya Ustaz Maaher di Rutan Mabes Polri menyisakan banyak pertanyaan di publik. LBH Pelita Umat menyatakan beberapa sikap atas meninggalnya Ustadz Maaher.

“DPR RI, Komnas HAM RI & Ombudsman RI perlukah melakukan pemeriksaan atas meninggalnya ustadz Maaher At-Thuwailibi di Rutan Mabes Polri?” ungkap Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat Chandra Purna Irawan, Rabu (10/2).

“Bahwa meninggalnya Ustadz Maheer menyisakan banyak pertanyaan, di antaranya adalah; Apakah penyidik mengetahui bahwa beliau memiliki riwayat penyakit?,” tanya Chandra.

“Mengingat seseorang sebelum ditahan biasanya akan diperiksa berkaitan dengan kesehatan,” jelasnya lagi.

Menurut Chandra, pada waktu almarhum sakit apakah dibantarkan hingga sembuh atau pulih. Atau dinyatakan dapat kembali oleh dokter.

Dan apakah dokter yang merawat memberikan izin untuk kembali ke rutan.

“Apabila dokter memberikan izin kembali ke rutan. Apakah sudah dipertimbangkan bagaimana teknis medis untuk merawat dan pengobatan di rutan,” jelasnya.

Kemudian, siapa yang akan merawat di rutan? Apakah yang merawat di rutan memiliki kemampuan medis untuk menangani sakit yang dialami tahanan tersebut.

“Apabila kembali ke rutan atas kehendak pasien, apakah ada pernyataan yang ditandatangani pasien?” ujarnya.

“Apakah dokter sudah menjelaskan secara detail akan risiko apabila memutuskan keluar dari rumah sakit? Dan masih banyak pertanyaan lainnya,” tutur Chandra.

Komentar