Mabes Polri Ancam Pidanakan Penyebar Hoaks Terkait Wafatnya Ustaz Maaher

Rabu, 10 Februari 2021 19:57

Ilustrasi media sosial.

FAJAR.CO.ID — Mabes Polri mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan kabar bohong alias hoaks terkait meninggalnya Maaher At Thuwailibi. Pasalnya, pihak yang nekat menyebar hoaks, bisa dikenakan jerat pidana.

“Jangan menyebarkan berita bohong, karena merupakan tindak pidana,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono kepada wartawan, Rabu (10/2/2021).

Rusdi memastikan, berdasarkan hasil pemeriksaan, Maaher meninggal akibat sakit. Meski begitu, penyakit Maaher memang sengaja tidak diungkap ke publik demi menjaga nama baik keluarga.

Masyarakat diminta bijak dalam menelaah informasi yang diterima, agar tidak termakan hoaks. “Jika ada keraguan agar bertanya kepada pihak yang berkompeten,” tegas Rusdi.

Sebelumnya, Soni Ernata atau Maaher At Thuwailibi meninggal dunia di Rutan Mabes Polri, pada Senin (8/2). Hal ini pun dibenarkan oleh tim kuasa hukumnya, Djuju Purwantoro.

“Betul beliau meninggal sekitar jam 7 malam di Rutan Mabes Polri, sekitar jam 8 dibawa ke RS Polri. Saya saat ini menuju RS Pori Kramat Jati,” kata Djuju Purwantoro dikonfirmasi, Senin (8/2).

Djuju mengaku, pria yang pernah berseteru dengan Nikita Mirzani itu sebelumnya telah meminta pembantaran penahanan kepada Bareskrim Polri, tetapi tidak diindahkan. Tim kuasa hukum tak memungkiri, pada pekan lalu pria yang menjadi tersangka ujaran kebencian ini sempat menjalani perawatan di rumah sakit, tetapi Djuju tidak menjelaskan secara rinci mengenai penyakit yang diderita Maaher.

Komentar