Rizal Ramli Khawatir Rezim Jokowi Dikenang sebagai Rezim BuzzeRP

Rabu, 10 Februari 2021 14:38

Rizal Ramli. Foto: dok/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ekonom senior Rizal Ramli mengkhawatirkan akhir dari rezim Joko Widodo (Jokowi) hanya dikenang sebagai ‘Rezim BuzzRP’.

Bukan tanpa alasan, Rizal Ramli melihat pemerintah tidak memiliki indikator keberhasilan ekonomi. Sehingga untuk menutupi itu, buzzer digerakkan di media sosial.

“Saya kuatir karena pemerintahan Jokowi tidak memiliki legacy keberhasilan ekonomi, kemakmuran rakyat, bersih (anti KKN) dan pro-demokrasi, akhirnya hanya akan dikenang sebagai “Rezim BuzzeRP” yang kelola ekonomi secara ugal-ugalan, dan menutupinya dengan sewa BuzzeRP. What an irony,” tulis Rizal Ramli di akun twitter miliknya, Rabu (10/2).

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI ini menilai, penggunaan buzzer oleh para pejabat negara adalah pembodohan terhadap negara. Sebab tak jarang ditemukan buzzer yang melakukan upaya-upaya rasionalisasi dengan kalimat-kalimat vulgar.

“Salah satu tujuan kemerdekaan kita adalah ‘Mencerdaskan Bangsa’. Penggunaan buzzeRP oleh pejabat secara masif, menggunakan logika bodoh dan bahasa-bahasa vulgar, adalah upaya pembodohan bangsa, bertentangan dengan cita kemerdekaan,” katanya.

Sebelumnya, tokoh Tionghoa, Kwik Kian Gie mengatakan dirinya menjadi sasaran komentar jahat dari beberapa akun buzzer pendukung pemerintah saat ini.

Hal itu terjadi, setelah dirinya memberikan kritik atas meningkatnya utang negara selama Presiden Joko Widodo. Mantan Menteri Koordinator Ekonomi itu mengaku di rezim Jokowi dirinya paling takut melontarkan kritik.

Komentar