Bukan Buzzer, Fadjroel Akui Pemerintah Hanya Pakai Influencer

Kamis, 11 Februari 2021 19:29

Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman mengatakan, tidak ada pelarangan mudik bagi masyarakat yang ingin merayakan hari raya Idul Fitri. (Raka Denny/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menegaskan pemerintah tidak memiliki buzzer. Hal ini sekaligus menjawab tuduhan mengenai pemerintah yang membiayai buzzer.

“Pemerintah tidak punya buzzer,” ujar Fadjroel kepada wartawan, Kamis (11/2).

Fadjroel menjelaskan, dirinya selama 24 jam juga selalu diserang oleh buzzer-buzzer yang kontra terhadapnya. Namun dia tidak masalah, cukup dengan melakukan pemblokiran akun saja.

“Mendsos saya juga 24 jam diserang buzzer, jadi pakai fitur blok saja ya beres,” katanya.

Fadjroel juga menuturkan, yang digunakan pemerintah adalah influencer untuk penanganan Covid-19 dan juga vaksinasi di tanah air. Influencer tersebut juga tidak digaji oleh pemerintah.

“Influncer terkait Covid-19 dan vaksinasi. Itu cuma-cuma dan gratis sebagai bentuk gotong royong melawan pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Baca Juga: Jhoni Allen Disebut Jadi Otak Kudeta, Elite Demokrat Bakal Blak-blakan

Baca Juga: Andi Arief Tuding Moeldoko yang Ingin Lengserkan AHY dari Ketum PD

Selain itu, influncer juga digunakan pemerintah untuk menarik wisatawan dan memperkenalkan Indonesia kepada banyak orang. Influncer tersebut di bawah Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Kalau influencer yang digunakan Kemenparekraf itu resmi dan legal untuk branding dan awareness,” pungkasnya.(jpg/fajar)

Komentar