Edhy Prabowo Diduga Pakai Uang Suap untuk Modifikasi Mobilnya

Kamis, 11 Februari 2021 22:42

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Foto: Indrianto Eko Suwarso/Antara

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga tersangka mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (EP) juga menggunakan uang suap perizinan ekspor benih lobster (benur) untuk memodifikasi mobilnya. Hal ini menyusul diperiksanya karyawan swasta Ken Widharyuda Rinaldo sebagai saksi untuk tersangka Edhy.

“Ken Widharyuda Rinaldo dikonfirmasi terkait dugaan pembayaran sejumlah uang oleh tersangka AF (Ainul Faqih) dan tersangka AM (Amiril Mukminin) untuk keperluan memodifikasi mobil milik tersangka EP,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (11/2) dikutip dari ANTARA.

KPK menduga sumber uang untuk modifikasi mobil itu kumpulan uang berasal dari para eksportir yang mendapatkan izin ekspor benur di KKP tahun 2020.

Selain Ken, KPK juga memeriksa karyawan swasta lainnya bernama Heryanto sebagai saksi untuk tersangka Edhy dan kawan-kawan.

“Didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan aliran sejumlah uang yang peruntukannya membeli berbagai aset dan barang mewah di antaranya tanah, parfum dengan merek ternama untuk tersangka EP,” ujar Ali.

Ali juga menginformasikan terdapat tiga saksi yang tidak menghadiri panggilan penyidik, dan akan dilakukan penjadwalan ulang kembali, yaitu Siti Rogayah selaku ibu rumah tangga serta dua karyawan swasta Noer Syamsi Zakaria dan Miliardso Ing Morah.

KPK menetapkan tujuh tersangka dalam kasus tersebut. Sebagai penerima suap, yaitu Edhy Prabowo, Staf Khusus Edhy sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri (SAF), Staf Khusus Edhy sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Andreau Misanta Pribadi (AMP), Amiril Mukminin (AM) dari unsur swasta/sekretaris pribadi Edhy, pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD), dan Ainul Faqih (AF) selaku staf istri Edhy.

Bagikan berita ini:
8
4
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar