Heboh Aisha Weddings, Founder Drone Emprit Beber Kejanggalan

Kamis, 11 Februari 2021 19:28

Spanduk Aisha Weddings yang tersebar di beberapa lokasi. (INT)

FAJAR.CO.ID — Kampanye menikah dini dengan rentang usia 12-21 tahun yang dilakukan oleh wedding organizer (WO) Aisha Weddings mendapat kecaman dari berbagai pihak. Namun, ada kejanggalan di balik polemik ini.

Hal itu diungkapkan Founder Drone Emprit, Faisal Fahmi melalui analisisnya yang diposting di akun Twitter @ismailfahmi. JawaPos.com (grup FAJAR) juga telah mendapat izin dari yang bersangkutan untuk menjabarkan analisis tersebut.

Dia mengatakan bahwa kejanggalan pertama adalah situs Aisha Weddings pada 2018 dan sebelumnya dialihkan atau redirect ke aishaevents.com. Kemudian, langsung melompat diperbaharui pada 2021.

Konten yang tampil dalam situs pun baru diperbaharui pada 9-10 Februari 2021. “Konten belum lengkap, isi provokatif. Baru beberapa halaman yang terisi, seperti keyakinan tentang poligami, untuk kaum muda. Sedangkan bagian layanan, Covid-19, kontak belum diisi. Sepertinya web ini baru dibuat, tapi keburu ketahuan,” terang dia dalam cuitannya yang dikutip JawaPos.com, Kamis (11/2/2021).

Keanehan lainnya adalah terkait dengan kecepatan peluncuran jasanya. Pasalnya, spanduk yang bermuatan provokatif itu telah terpampang di sejumlah wilayah Indonesia.

“Spanduk sudah dibikin di beberapa titik. Kalo spanduk ada, artinya sudah siap terima layanan. Apalagi ada email dengan domain,” tutur dia.

Menurut Fahmi, jika tujuan orang-orang di balik Aisha Weddings ini hanya untuk membuat sensasi publik belaka, maka mereka sudah berhasil melakukannya. Karena, berbagai khalayak hingga Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rumah Kitab, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan para aktivis merespons hal tersebut.

Komentar