Kembali Jadi Polisi Dunia, AS Mulai Usik Rezim Erdogan

Kamis, 11 Februari 2021 17:21

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

FAJAR.CO.ID, WASHINGTON DC – Joe Biden tampaknya benar-benar bertekad mengembalikan pamor Amerika Serikat sebagai polisi dunia, peran yang ditinggalkan selama era kepresiden Donald Trump.

Setelah junta militer Myanamar, rezim Recep Tayyip Erdogan di Turki jadi sasaran terbaru Negeri Paman Sam.

Kemarin, Rabu (10/2), Amerika Serikat menyampaikan permintaan resmi kepada Turki untuk segera membebaskan Osman Kavala.

Aktivis hak asasi manusia dan dermawan itu telah ditahan selama lebih dari tiga tahun tanpa hukuman.

“Tuduhan khusus terhadap Kavala, penahanannya yang sedang berlangsung, dan penundaan yang terus menerus dalam penyelesaian persidangannya, termasuk melalui penggabungan kasus-kasus terhadapnya, merusak rasa hormat terhadap supremasi hukum dan demokrasi,” kata Departemen Luar Negeri AS.

Pada tahun lalu, Kavala sebenarnya sudah dibebaskan dari dakwaan terkait protes anti pemerintah 2013 silam.

Namun, rezim Erdogan tak lama kemudian kembali menangkapnya atas tuduhan terlibat kudeta 2016. Pengadilan banding kemudian membatalkan pembebasannya dari tuduhan protes 2013.

Akhir Pekan Ini Pengadilan Turki pada Jumat pekan lalu memutuskan untuk menggabungkan dua kasus yang luar biasa dan menolak permintaan Kavala untuk dibebaskan.

Kavala dituduh oleh Turki bekerja sama dengan Henri Barkey, seorang sarjana Turki terkemuka yang berbasis di Amerika Serikat (AS), dan kedua tokoh tersebut dituduh mencoba menggulingkan tatanan konstitusional.

Bagikan berita ini:
1
3
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar