Pilgub DKI Digeser ke 2024, PKS: Mas Anies Sengaja Dibuat Tersingkir

Kamis, 11 Februari 2021 18:21

Anies Baswedan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Partai Keadilan Sejahtera (PKS), merupakan salah satu partai yang saat ini masih keukeuh menolak Pilkada serentak digelar pada 2024.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai, penundaan Pilkada pada 2024 sarat dengan kepentingan. Salah satunya menjegal Anies Baswedan untuk maju kembali di Pilgub DKI Jakarta.

“Tanpa Pilkada 2022, Mas Anies dimasukkan kotak pada 2022. Mulai 2022 masuk kotaknya, dia (Anies) dibuat tersingkir,” ujar Mardani kepada wartawan, Kamis (11/2).

Di sisi lain, Mardani mengatakan, penundaan Pilkada 2022 juga banyak mudharatnya. Berkaca pada Pilpres 2019 banyak korban jiwa dari petugas TPS yang meninggal akibat kelelahan.

“Risiko penyatuan semua Pemilu di 2024 sangat banyak mudharatnya. Kualitas dapat turun jauh dan resiko korban jiwa dari petugas di PPS seperti kasus 2019 dapat terjadi lagi,” katanya.

Sementara itu, Mardani menilai alasan pandemi kurang tepat untuk menjadi dasar penundaan revisi UU Pemilu. Mengingat, Pilkada 2020 sukses digelar. “Kan kemarin Pilkada 2020 juga digelar,” tandasnya.

Untuk diketahui, ada lebih dari separuh fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menolak membahas pengajuan revisi Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Penyelenggaraan pemilu pun besar kemungkinan akan dilaksanakan mengikuti regulasi, yakni pada 2024 mendatang. Hal ini membuat Anies Baswedan menjadi sorotan sebab masa jabatannya akan habis pada 2022.

Komentar