Tanggapi Permintaan Kritik Presiden, Tengku Zul: Mimpi Saja Dipolisikan

Kamis, 11 Februari 2021 18:15

Eks Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustadz Tengku Zulkarnain.* /Instagram Tengku Zul/

FAJAR.CO.ID — Mantan Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain, menyentil Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengaku memerlukan kritik dari masyarakat terkait pelayanan publik dan kinerja pemerintah.

Pria yang akrab disapa Tengku Zul ini menilai, masyarakat takut untuk mengkritik di media sosial. Sebab, orang yang kritik kerap dicari-cari kesalahannya. Dia mencontohkan kasus Ustaz Haikal Hasan yang bermimpi bertemu Rasulullah, namun mimpi itu dipolisikan.

Begitu juga dengan peramal Mbak You yang meramalkan akhir masa jabatan Jokowi di tahun 2021

“Bagaimana orang mau mengkritik? Apalagi kritik keras? Mimpi diadukan.Tukang ramal diadukan,” kata Tengku Zul di akun twitternya, Kamis (11/2).

Bahkan kata Tengku Zul, orang sekelas Dien Syamsuddin saja diadukan soal radikalisme.

“Sekelas Prof Dien Syamsuddin, tokoh idealis tingkat dunia juga diadukan dan mau diperiksa radikal atau bukan. Jadi teringat judul film jadul: Kejarlah Daku Kau Ku Tangkap.” KRIPIK, kalee,” sindir Tengku Zul.

Sementara itu, menurut Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, jika Jokowi serius ingin mendapatkan kritik dari masyarakat, maka sudah selayaknya, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan sejumlah pasal karetnya direvisi.

“Jika serius atas harapan dikritik keras supaya terarah, ayo lakukan revisi UU ITE khususnya pasal 27, 28 dan Pasal 45 yang sering jadi landasan pasal karet,” ujar Mardani Ali Sera dikutip keterangan tertulisnya, Rabu (10/2/2021).

Komentar