Tanggapi Permintaan Kritik Presiden, Tengku Zul: Mimpi Saja Dipolisikan

  • Bagikan

Sebagaimana dipaparkan dari hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukan bahwa warga makin takut menyatakan pendapat ke publik sebanyak 79,6 persen.

“Mestinya Pak Jokowi membaca beberapa hasil survei yang menyatakan masyarakat kian takut memberi pendapat. Indeks demokrasi Indonesia tahun ini pun turun,” ucap Mardani Ali Sera.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta masyarakat agar lebih aktif memberikan kritikan dan masukan terhadap pelayanan dan kerja pemerintah.

“Masyarakat harus lebih aktif menyampaikan kritik, masukan, atau potensi maladministrasi,” ujar Jokowi dalam acara Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020, Senin (8/2) lalu.

Jokowi juga menekankan agar para penyelenggara layanan publik harus terus meningkatkan upaya perbaikan.

Jokowi mengatakan masih banyak kinerja pemerintah yang harus diperbaiki, termasuk dalam penanganan pandemi Covid-19.

Senada dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah membutuhkan kritikan dan masukan yang terbuka dan keras demi terwujudnya pembangunan yang terarah. Untuk itu, Pramono menilai kebebasan pers adalah satu kewajiban.

“Bagi Pemerintah, kebebasan pers adalah sesuatu yang wajib dijaga. Bagi Pemerintah, kebebasan pers, kritik, saran, masukan itu seperti jamu, menguatkan Pemerintah. Kita memerlukan kritik yang terbuka, kritik yang pedas, kritik yang keras, karena dengan kritik itulah Pemerintah akan membangun lebih terarah dan lebih benar,” kata Pramono dalam sambutan menyambut Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021. (fin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan