Tanpa Angpao

Kamis, 11 Februari 2021 08:54

Disway

Si bungsu itulah yang menyiapkan makan-malam-bersama secara Zoom.

Sejak kemarin di rumah Robert sudah dipasangi kamera baru. Untuk dihubungkan ke televisi. Televisinya didekatkan ke meja makan.

Yang di Kuala Lumpur akan menggunakan laptop. Yang ditaruh di atas meja makan. Demikian juga anak yang tinggal terpisah di Singapura. Dia akan menggunakan laptop. Dia sendirian di apartemen itu tapi tetap menyediakan mi yang sama dengan yang disajikan di rumah orang tua dan kakak sulungnyi.

Di masa lalu saya pernah bermalam-tahun-baru-Imlek di Singapura. Saya dan istri, bersama seluruh keluarga Robert. Kami makan malam bersama. Dengan sajian mi khas Singapura.

Bihun itu ditaruh di piring besar sekali. Di tengah meja. Beberapa jenis topping dihambur di atasnya. Saatnya tiba makan malam, kami yang mengelilingi meja, berdiri. Masing-masing memegang sumpit. Dengan chop stick itu kami mengaduk mi agar tercampur dengan topping-nya.

Cara mengaduknya yang khas Singapura. Tidak ada di negara lain: kami bersama-sama mengambil mi itu dengan chop stick. Sebanyak yang bisa kami jepit. Kian banyak yang bisa dijepit kian baik. Lalu kami angkat tinggi-tinggi mi itu. Kian tinggi kian baik. Untuk kemudian kami jatuhkan lagi ke piring besar itu. Kami ulangi adegan itu. Berkali-kali. Adu banyak. Adu tinggi. Sampai mi itu bukan saja tercampur. Tapi sampai berantakan. Banyak juga yang terhambur. Jatuh di luar piring. Berantakan. Padahal kemampuan bisa menjatuhkan mi agar tetap di atas piring juga bagian dari harapan.

Komentar


VIDEO TERKINI