Tanpa Angpao

Kamis, 11 Februari 2021 08:54

Disway

Lalu kami duduk kembali. Membenahinya dan memakannya.

Waktu mencampur mi itu kami lakukan sambil berdiri karena mejanya cukup besar. Agak sulit menjangkau mi dari posisi duduk.

Dua kali saya bermalam Imlek di Singapura. Selalu begitu. Satu restoran, di semua meja, adegannya sama.

Meski pun kali ini secara Zoom adegan itu akan tetap dilakukan Robert dan anak-anaknya. Dari rumah masing-masing.

Di Tiongkok juga kian banyak yang memilih makan malam bersama di restoran. Saya juga dua kali mengalaminya. Bersama keluarga teman di sana. Tapi tidak ada adegan mencampur mi yang atraktif seperti di Singapura.

Tahun lalu di beberapa provinsi di Tiongkok masih bisa merayakan Imlek secara normal. Terutama di provinsi yang jauh dari Wuhan. Tapi kota Wuhan sendiri sudah mulai di-lock down. Agak telat. Lima juta orang sudah telanjur bepergian –berimlek ke kampung halaman masing-masing. Wuhan memang kota terbesar di Tiongkok tengah. Penduduknya sekitar 12 juta orang.

Saya punya teman di tetangga Hubei –yang ibu kotanya Wuhan. Hari ini –setahun yang lalu– ia sudah mendengar ada wabah besar di Wuhan. Tapi di provinsinya belum ada pembatasan apa pun. Istrinya minta agar hari itu pulang kampung ke provinsi Jiangshu. Bermalam tahun baru di kampung istri.

Teman saya itu minta-minta kepada istri agar keinginan itu dibatalkan. Wabah kian buruk. Tapi sang istri berkeras.

Komentar


VIDEO TERKINI