Kasus Dosen Salah Tangkap Masih Mandek, Mahasiswa UMI Minta Jenderal Listyo Sigit Evaluasi Polda Sulsel

Jumat, 12 Februari 2021 18:52

Mahasiswa UMI menggelar demo terkait kasus dosen salah tangkap. (Ishak/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Masalah yang menimpa Andri Mamonto tak kunjung terungkap. Dia menjadi korban salah tangkap oleh oknum aparat, saat demo RUU Cipta Kerja berujung bentrok pada Oktober 2020 lalu.

Saat itu, dosen asal Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini disangka menjadi bagian massa aksi yang anarkis, dan terlibat dalam aksi penyerangan terhadap polisi, di Jalan Urip Sumohardjo.

Kini, sejumlah mahasiswa dari kampus yang sama dengan dosen itu, merasa geram dengan perkembangan kasus tersebut yang dianggap mandek selama empat bulan di Polda Sulsel.

Pihaknya sempat menggelar aksi unjuk rasa di bawah jembatan Fly Over, dan bertepatan dengan kedatangan Kapolri di Makassar, pada Kamis, (11/2/2021) kemarin.

Dengan harapan, aksinya bisa dilihat langsung oleh orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu.

“Aksi tersebut guna mendesak Kapolri Listyo Sigit Prabowo, segera mengevaluasi kinerja Polda Sulsel segera mengungkap pelaku penganiayaan yang dialami dosen UMI ini,” kata salah satu mahasiswa UMI, Azhari Kastella, dan mengatasnamakan dirinya sebagai jenderal lapangan 040 Hukum UMI, Jumat (12/2/2021).

Dia menduga, aksi pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum aparat yang saat itu membubarkan aksi yang telanjur memanas.

“Diduga dilakukan oleh beberapa anggota Polri saat penanganan aksi unjuk rasa penolakan RUU Omnibus Law atau Cipta Kerja saat itu,” jelasnya kepada Fajar.co.id.

Komentar