Menteri Nadiem Ajak Mahasiswa Mengajar di Pedalaman, Ini Syarat dan Keuntungannya

Jumat, 12 Februari 2021 17:17

Mendikbud Nadiem Makarim. Ilustrasi Foto: Humas Kemendikbud

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menawarkan mahasiswa untuk mengajar di sekolah dengan wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) dengan gaji atau honorarium Rp700 ribu/bulan.

“Saya mengajak teman-teman mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk beraksi, berkolaborasi, dan berkreasi selama 12 minggu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar terutama yang di daerah 3T, sekaligus mengasah kepemimpinan, kematangan emosional, dan kepekaan sosial,” kata Nadiem dikutip dari kanal YouTube Kemendikbud RI, Jumat (12/2/2021).

Insentif lain yang bakal diterima oleh mahasiswa dalam program tersebut adalah konversi SKS untuk memenuhi syarat penyelesaian gelar sarjana sebanyak 12 SKS, serta Sertifikat Peserta Program Kampus Mengajar.

Nadiem turut mengingatkan pimpinan perguruan tinggi dan dosen untuk segera melakukan perubahan-perubahan yang diperlukan, itu agar mahasiswa dapat melaksanakan hak belajarnya di luar kampus, dan di luar program studi dengan mudah, difasilitasi, dan didukung.

Perguruan tinggi harus merevisi kurikulum untuk memungkinkan mahasiswa menjalankan berbagai kegiatan kampus merdeka dan tetap lulus dan tepat waktu.

“Pendaftaran dan konversi SKS program kampus merdeka harus dibuat mudah, disamping itu saya berharap inisiatif Kemendikbud dapat sepenuhnya didukung oleh para kepala dinas, kepala sekolah, dan guru dengan menerima kehadiran para mahasiswa pengajar di kota/kabupaten dan sekolah ibu dan bapak sekalian,” papar Nadiem.

Bagikan berita ini:
6
3
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar