Perayaan Imlek 2021 Sepi, Warga Tionghoa: Perbedaannya 60 – 70 Persen

Jumat, 12 Februari 2021 17:10

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Perayaan tahun baru Imlek di Kota Makassar sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini merupakan dampak pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir sejak Maret 2020 lalu hingga kini.

Tak ada keramaian ataupun acara yang digelar yang memicu terjadinya kerumunan. Mulai dari malam Imlek, Cap Go Meh, cuci Dewa dan Dewi yang semuanya ditiadakan.

Pengurus Klenteng, Robbianto Rusli, mengatakan, acara tahunan itu untuk sementara ditiadakan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kata dia, jika dibandingkan dengan tahun lalu, tentu sangat menurun drastis.

“Dia datang (ke Klenteng Xian Ma) tapi tidak sepeti tahun lalu karena juga harus jaga protokol kesehatan. Saya lihat tadi pagi ada 60 – 70 persen Perbedaannya (penurunannya). Karena biasanya jam setengah 7 pagi sudah banyak yang datang. Tahun ini masih sepi,” katanya kepada wartawan, Jumat (12/2/2021).

Tak menutup kemungkinan, sebagian warga Tionghoa yang menetap di kota berjuluk Anging Mammiri ini memilih bersembahyang di rumah mereka masing-masing.

Kendati demikian, masih ada pula masyarakat yang tetap datang ke Klenteng untuk memuja Dewa dan Dewi mereka secara khusyuk. Dan tentunya, tetap diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak.

Pagi tadi terlihat lebih sepi dibanding dengan tahun lalu. Mungkin sebagian warga was was untuk keluar dan memilih sembayang di rumah juga,” tambahnya.

Komentar