Din Syamsuddin Dituduh Radikal, Gus Ulil: Alat Pembungkam yang Dipandang Berseberangan dengan Pemerintah

Sabtu, 13 Februari 2021 13:52

Ulil Abshar Abdalla - Foto Terbit/Antara/SUSANTO

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Cendekiawan Nahdatul Ulama (NU), Ulil Abshar Abdallah menilai, tuduhan ‘radikal’ terhadap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin sangat tidak mendasar. Menurut pria yang akrab disapa Gus Ulil ini, pihak yang menuduh Din Syamsuddin ‘radikal’, tidak paham rekam jejak Din.

“Siapa sih sosok-sosok di balik GAR ITB yang menuduh Pak Din Syamsuddin sebagai tokoh radikal ini? Meskipun dalam banyak hal saya berseberangan pandangan dangan Pak Din, tetapi menuduhnya radikal jelas blunder besar. Mereka yang nuduh ini jelas ndak paham rekam jejak pemikiran/kiprah Pak Din,” tulis Gus Ulil di twitternya, Sabtu (13/2).

Tokoh Islam Liberal ini menyayangkan tuduhan tersebut. Dia menilai, label ‘radikal’ kerap dipakai sebagian kelompok untuk menyerang pihak-pihak yang berseberangan dengan pemerintah.

“Sangat disayangkan bahwa label “radikal” ini sekarang ini dengan mudah dipakai sebagai alat pembungkam (muzzling mechanism) terhadap sosok-sosok yang dipandang berseberangan dengan pemerintah,” ujar dia.

“Saya setuju: radikalisme agama adalah tantangan yang serius. Tapi bukan dijadikan alat politik,” sambung Gus Ulil.

Sebelumnya, Isu Din Syamsuddin radikal ini diembuskan oleh sejumlah alumni Institusi Teknologi Bandung (ITB) yang menamakan diri Gerakan Anti Radikalisme (GAR).

Mereka melaporkan Din ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Din Syamsuddin saat ini masih tercatat sebagai ASN dengan jabatan dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan status di ITB sebagai anggota Majelis Wali Amanat (MWA).

Komentar


VIDEO TERKINI