Guru Honorer Diberhentikan Usai Posting Gaji, Begini Respons Anggota DPR Asal Sulsel

Sabtu, 13 Februari 2021 21:53

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID — Kasus yang menimpa Hervina, diberhentikan sebagai guru honorer di SDN 169 Sadar, Desa Sadar, Kecamatan Tellulimpoe, harus menjadi perhatian serius. Lebih memperhatikan nasib tenaga pendidik di pelosok.

Sebab Hervina guru honorer yang sudah mengabdi selama 16 tahun itu diberhentikan dan disuruh mencari sekolah lain. Lantaran memposting gajinya yang diperoleh selama 4 bulan sebesar Rp700 ribu.

Anggota DPR RI Dapil Sulsel II, Muhammad Aras yang memperhatikan perkembangan kasus tersebut. Menurutnya, kalau soal upload di medsos, paling tidak publik juga harus tahu perjuangan honorer dengan gajinya itu.

Terlepas dari itu semua pemerintah harus lebih memperhatikan nasib guru honorer. Sebab, jumlah honorer lebih banyak di daerah terpencil dibanding ASN. “Ini momentum bagi pemerintah untuk memperbaiki gaji honorer. Baik pemda maupun pusat,” katanya Sabtu (13/2/2021).

Kata dia, sekarang daerah terpencil ada kekhususan mereka diberikan gaji lebih dari honorer di kota. Bahkan pemerintah sesungguhnya lebih memprioritaskan warga dari daerah terpencil itu sebagai ASN. Tidak perlu melalui mekanisme seperti ASN lainnya.

“Kalau mau dikirim ke kampung susah jika bukan orang dari sana sendiri, ada perlakuan khusus bagi daerah terpencil. Paling tidak bisa terperhatikan, karena akan banyak Hervina lain yang senasib dengan Hervina,” ucap Ketua PPP Sulsel itu.

Aras menambahkan, pemerintah daerah hingga presiden harus memperhatikan para intelek yang memiliki gaji rendah. Pemerintah bisa menindak pengusaha jika tidak sesuai UMP bagi karyawannya. Sementara para intelek, mengajar dan mencerdaskan banyak orang tapi tidak diperhatikan.

Komentar