Kesal Ditanya Soal Kerjaan, Suami Siri Bunuh PSK, Mayatnya Disimpan di Lemari Hotel

Sabtu, 13 Februari 2021 09:46

Tersangka Okta Apriyanto digelandang petugas di Mapolrestabes Semarang Jumat (12/2/2021) siang. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

FAJAR.CO.ID, SEMARANG– Okta Apriyanto, 30 tahun, tersangka pembunuhan di Hotel Royal Phoenix Semarang mengakui sakit hati dan emosi karena sering dicaci maki oleh korban.

“Selalu dikatain ‘koe wong lanang ki kerjo ngopo’. Saya emosi karena dicaci maki. Setiap hari. Dia juga cemburu dengan wanita lain yang freelance disitu,” jelasnya.

Berdasarkan penyelidikan kepolisian, tersangka bersama korban setiap ke Semarang selalu menginap di Hotel Royal Phoenix dan membuka prostitusi online open BO (booking online). Sehari bisa melayani lima pria hidung belang.

“Menggunakan aplikasi online, MiChat. Pelanggan banyak. Saya dapat Rp 100 ribu. Dia dapat Rp 150 ribu. Kemudian juga bayar kamar,” katanya.

Keduanya sudah menjalin hubungan selama dua tahun bermula sama-sama bekerja di salah satu kafe di Cilacap, dan menikah siri di Kebumen karena tersangka sedang menjalani proses perceraian dengan istri pertamanya.

“Kalau tahun sebelumnya di Kebumen. Biasanya dia pulang Subang saya ke Wonosobo,” katanya.

Diketahui mayat korban sendiri ditemukan di dalam lemari hotel oleh pegawai hotel. (jpg/fajar)

Komentar