Majikan Asyik Berolahraga, Ternyata Nyawa Pembantu di Rumah Pengusaha Ini Terancam

Sabtu, 13 Februari 2021 18:09

Pelaku saat ditangkap petugas.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Akhir pekan telah tiba. Herman memanfaatkan hari itu untuk berolahraga dari pagi hingga siang. Namun, saat di perjalanan, ia mendapat kabar buruk dari rumahnya, di Jalan Johar, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Minggu (7/2/2021).

Beberapa pembantu di rumahnya itu memberi kabar kepada Herman, bahwa ia baru saja disekap oleh empat orang pria dan sempat mengancam akan menghabisi nyawanya, jika permintaannya tak dipenuhi.

Herman pun bergegas pulang ke rumahnya. Ia tak ingin pembantu di rumahnya terluka. Apalagi hingga nyawanya melayang. Puji syukur, rupanya pembantunya itu tak mengalami apapun seperti yang ia duga.

Namun pembantunya itu memberi kabar bahwa harta benda milik majikannya itu raib digasak oleh pelaku yang berjumlah lima orang. Mereka mengambil barang dari dalam brankas rumah tersebut.

Uang yang diambil pelaku pun tak sedikit. Jumlanya mencapai Rp500 juta. Korban yang merupakan seorang pengusaha melaporkan kejadian itu ke kantor polisi.

“Benar memang ada kejadian seperti itu dan kami langsung lakukan pengejaran,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul saat dikonfirmasi.

Perwira polisi satu melati ini mejelaskan, pelaku masuk ke rumah tersebut dengan cara menipu pembantu korban. Dia mengaku adalah rekan dari Herman, yang diperintahkan untuk mengambil barang yang diperintahkan.

Hingga saat berada di dalam rumah, rupanya apa yang dikatakan pelaku jauh berbeda. Sebilah badik diacungkan ke arah pembantunya itu, dan harta benda milik korban pun raib.

Berselang beberapa hari, polisi pun mengantongi identitas para pelaku yang bernama Juli Ardiansyah, 25 tahun, Rahmat, 23 tahun. Ada juga Iwan alias Colleng, Ardi alias Marcell, dan Jannah.

Sabtu, (13/2/2021), malam mulai pekat. Senjata api disiapkan. Polisi pun mulai bekerja dengan mengejar pelaku pencurian yang sempat menyekap pembantu di rumah tersebut.

Roda kendaraan polisi pun berputar dan mengarah ke Jalan Letjen Hertasning. Di sana, pelaku Ardiansyah pun tertangkap. Saat kedua tangannya hendak diborgol, warga Jalan BTN Pao-pao, Kabupaten Gowa ini meronta.

Dia melawan polisi dan tak sudi ditahan di balik jeruji besi. Ardiansyah semakin beringas. Tak ada cara lain, senjata milik polisi dikokang. Sebuah proyektil peluru pun siap meluncur dan melesat ke arah pelaku residivis ini.

Dor! Satu tembakan melesat. Ardiansyah pun tersungkur ke tanah. Darahnya mengalir deras. Timah panas itu bersarang di kaki sebelah kanannya hingga tulang keringnya patah.

Di tempat lain, tepatnya di Jalan Veteran Selatan, lorong 45, juga ada Rahmat yang ikut tertangkap. Pelarianya selama ini sama dengan temannya itu, Ardiansyah.

Timah panas juga bersarang di kaki sebelah kanan warga Jalan Veteran Selatan ini. Keduanya pun dipertemukan di RS Bhayangkara usai menjalani pengobatan medis.

“Keduanya ditembak kakinya karena melawan polisi saat ditangkap. Memang ini pelaku adalah residivis yang pernah melakukan hal yang sama di Banjarmasin dan kini berbuat lagi di Makassar. Tiga orang DPO,” tambah Kompol Agus.

Kedua pelaku pun dibawa ke kantor polisi untuk proses interogasi. Di sana, pelaku Ardiansyah mengaku mendapat jatah Rp2,3 juta dari hasil jual emas. Begitu pula dengan pelaku Rahmat yang mendapat jatah sebesar Rp2,3 juta.

“Hasil penangkapan, kami temukan barang bukti berupa tujuh buah BPKB, tujuh buah paspor, sertifikat tanah, akta jual beli, kartu ATM dan beragam ponsel milik korban,” jelas Kompol Agus.

Saat ini kedua pelaku ditahan di Polrestabes Makassar untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara tiga orang pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi. (ishak/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI