Perangi Korupsi Tidak Sekadar Menghukum, Tetapi Juga Mendidik Pelaku

Sabtu, 13 Februari 2021 20:22

Mardani Ali Sera

FAJAR.CO.ID — Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera, menyampaikan, perang terhadap korupsi bukan sekadar menghukum pelakunya, tetapi juga bagaimana mendidik semua pihak untuk tidak melakukan dan mengulangi perbuatan tersebut.

“Memerangi korupsi bukan sekedar menghukum, namun juga mendidik yang melibatkan pemimpin agama,” ujar Mardani dalam keterangan resminya, Sabtu (13/2/2021).

Dengan mendidik, khususnya melalui pendekatan agama, diharapkan bisa menumbuhkan kembali moral seseorang untuk tidak kembali melakukan hal yang sama. Atau paling tidak, mencegah orang lain untuk tidak mencontoh atau melakukan hal serupa.

Dengan kata lain setidaknya pola tersebut dapat mengurangi angka korupsi di Indonesia khususnya, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Politisi PKS ini menjelaskan, jika mengacu kepada laporan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) dari International Transparency (Transparansi Internasional) pergerakan memerangi korupsi di Indonesia juga negara-negara di kawasan ASEAN masih terbilang sangat lambat.

Pada tahun 2019, hanya tiga Negara Asia Tenggara yang mendapat skor di atas 50 (0 adalah yang paling korup sedangkan 100 adalah yang terbersih dalam IPK), yakni Brunei (60), Malaysia (53), dan Singapura (85). Dengan kata lain hanya Singapura di peringkat tiga, dan Brunei Darussalam di peringkat 30, sementara Indonesia di bawah kedua negara tetangga.

“Ini menjadi lampu kuning bagi kita semua untuk segera bergerak memberantas korupsi. Harus ada tindakan yang diambil. Terlebih lagi beberapa bulan mendatang akan digelar sesi khusus Majelis Umum PBB Melawan Korupsi (UNGASS) 2021,” ungkapnya.

Komentar