Seluk Beluk Pembuatan Pinisi, Simbol Kehebatan Pelaut Nusantara

Sabtu, 13 Februari 2021 10:11

Kapal Pinisi. (IST)

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA — Pamor kapal Pinisi sebagai kapal yang tangguh dan benilai seni tinggi membuatnya terkenal dan mendatangkan peminat dari berbagai penjuru dunia. Namun tahukah kamu dimana pinisi sang legendaris itu dibuat?

Semua itu bermuara dari kawasan pembuatan perahu pinisi di Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kawasan tersebut kini dikenal sebagai satu-satunya sentra pembuatan perahu pinisi tradisional di dunia.

Para pekerja yang berasal dari daerah Bonto Bahari dengan cermat bekerja membangun kapal yang seluruh materialnya berasal dari kayu.

Sebagai satu warisan budaya dunia, pembuatan pinisi memiliki keunikannya sendiri yang beda dari kapal-kapal lainnya. Pembuatan pinisi dimulai dengan membangun lambung kapal kemudian rangka-rangka utama.

Proses ini berbeda dengan pembuatan kapal pada umumnya yang dimulai dengan membangun rangkanya. Selain itu, pinisi tidak menggunakan paku dari besi atau baja sebagai pengait, melainkan menggunakan kayu.

Pada umumnya kapal Pinisi memiliki panjang 18 meter dengan lebar dan tinggi 5 meter. Untuk membuat kapal ini dibutuhkan kayu sekitar 35 meter kubik.

Jenis bahan yang digunakan kayu bassih (besi). Lopi ini tersusun dari papan dengan ukuran panjang 4-5 meter, lebar 20 cm, lalu tebal 7 cm.

Penggeraknya berupa mesin diesel 75 pk. Sebelumnya, lopi ini hanya mengandalkan dua layar palajaren (layar tiang besar) sebagai penggeraknya.

Komentar