Soal Aturan Pakai Masker, Ketua KPI Angkat Suara

Sabtu, 13 Februari 2021 15:56

ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Agung Suprio

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Usai pro kontra publik terkait kebijakan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam mengevaluasi kepatuhan program televisi untuk menerapkan protokol kesehatan, KPI kembali membuat rilisan dalam menjawab masukan publik.

Melalui situs resminya, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Agung Suprio menyampaikan bahwa kebijakan yang dikeluarkan merupakan bentuk dukungan atas usaha pemerintah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.

“Ini merupakan bentuk kontribusi KPI sebagai regulator penyiaran, dalam usaha bersama seluruh komponen anak bangsa dalam menanggulangi laju penyebaran virus yang hingga saat ini telah tembus di angka 1 juta penduduk yang terinfeksi,” tulis dalam rilisan website resmi KPI, Sabtu (13/2/2021).

Lebih dalam, KPI mengutarakan dua poin utama selaku posisinya sebagai media pencegahan bersama Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dalam penyiaran Indonesia.

Pertama, karena alasan jangkauan siaran televisi dan radio hampir ke seluruh wilayah Indonesia. Kedua, karena sosok figur publik dan menjadi pengisi acara di televisi dan radio, diharapkan dapat mengedukasi para pengikutnya.

Melalui rapat koordinasinya dengan Satgas Covid-19, dikatakan bahwa masker tidak dapat digantikan dengan face shield dalam aktifitas program televisi, demi memberikan perlindungan terhadap pelaku industri penyiaran.

“Jika memang hendak mengenakan face shield, harus dilengkapi dengan pemakaian masker,” ujar Agung.

Sebelumnya, KPI telah mengeluarkan evaluasi kepatuhan televisi dalam penyelenggaran penyiaran, sepanjang Januari 2021 mereka mengumumkan 37 program tayangan televisi yang diduga melanggar protokol kesehatan.

Komentar