Jubir Bantah JK Ingin Buat Panas Saat Tanya Cara Kritik Tanpa Dipolisikan

Minggu, 14 Februari 2021 21:12

Husain Abdullah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Juru Bicara Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah angkat bicara terkait penyataan mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 soal bagaimana cara memberikan kritik ke pemerintah tanpa dipolisikan.

Menurut Husain, apa yang disampaikan JK saat itu berdasarkan keprihatinannya atas hasil survey Economist Intelligent Unit (EIU) dimana indeks demokrasi di Indonesia menurun.

“Pak JK pun menjelaskan akar masalahnya, diantaranya mahalnya biaya demokrasi di Indonesia. Untuk menjadi anggota parlemen atau Kepala Daerah butuh biaya yang tinggi,” kata Husain Abdullah kepada redaksi fajar.co.id, Minggu (14/2/2021).

Dosen Universitas Hasanuddin itu menyebutkan saat itu JK menjelaskan kondisi sistem politik di Indonesia. Terutama mereka yang ikut kontestasi pemilihan, baik pilkada, pilpres hingga pileg.

“Sesudah kontestasi berlangsung, seorang politisi perlu mengembalikan investasinya. Saat itulah terjadi penurunan kualitas demokrasi. Ketika kualitas demokrasi menurun, terjadilah korupsi, kata Pak JK,” ungkap Husain.

Selain itu, kata JK dalam diskusi tersebut. Pelaksanaan demokrasi saat ini perlu proses check and balance.

“Pemerintah memang menyampaikan agar rakyat menyampaikan kritik. Tetapi kata Pak JK bagaimana menyampaikan kritik tanpa dipanggil polisi?,” Jelas Husain.

Mantan wartawan ini kemudian menjelaskan maksud dari pertanyaan Pak JK itu.

“Dalam hal ini Pak JK tidak bermaksud memanaskan situasi. Apa yang disampaikannya sesuatu yang perlu dibenahi agar kualitas demokrasi di Indonesia meningkat,” jelasnya.

Komentar