Kasus Guru Honorer Bone, FSGI: Hargai Guru Hervina yang Mengabdi Sejak Muda

Minggu, 14 Februari 2021 18:04

Sekjen FSGI, Heru Purnomo. Foto: Dokpri

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendesak pemerintah memberikan perlindungan kepada para guru honorer. Jangan karena ada PNS baru, lantas guru honorer didepak dari sekolah.

“Kami mengecam pemecatan terhadap seorang guru honorer di Bone, Sulawesi Selatan karena mengunggah gajinya Rp 700 ribu ke media sosial,” kata Sekjen FSGI Heru Purnomo, Minggu (14/2).

Yang disesalkan FSGI, Dinas Pendidikan Kabupaten Bone malah membela tindakan kepala sekolah.

Alasan pemberhentian bukan karena mengunggah gaji di medsos, tetapi karena adanya guru PNS yang ditempatkan di sekolah tersebut.

“Kasus ini menunjukkan guru honorer sangat lemah dalam perlindungan profesinya, bahkan tindakan kepala sekolah yang main pecat melalui WhatsApp (WA) pun dibela oleh Dinas Pendidikan dengan dalih ada PNS baru yang ditugaskan di sekolah tersebut,” ujar Heru Purnomo.

Dengan dalih itu, lanjutnya, makin menunjukkan guru honorer sangat rentan dipecat sewaktu-waktu oleh pihak sekolah dan yayasan.

Kasus Hervina (34), guru honorer yang sudah 16 tahun mengajar di SDN 169 Desa Sadar, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) salah satu contohnya.

FSGI berpendapat pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Bone yang menempatkan tambahan guru PNS di SDN 169 Desa Sadar tanpa mempertimbangkan adanya guru honorer yang sudah mengabdi selama 16 tahun juga merupakan bentuk ketidakcermatan dalam memetakan kebutuhan guru.

Komentar