Layak Nyapres, Amran Sulaiman Harus Persiapkan Gagasan Besar tentang ke-Indonesiaan

Minggu, 14 Februari 2021 19:45

Foto: Amran Sulaiman / fajar.co.id

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Representasi Jawa dan non-Jawa telah beberapa kali terbukti jitu dan memenangi Pemilu. Sebut saja duet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – Jusuf Kalla (JK) pada Pilpres 2004 dan Jokowi – JK pada Pilpres 2014. Mereka adalah hasil ‘perkawinan silang’ dari wilayah barat dan timur Indonesia.

Dari sejumlah nama yang beredar di lembaga survei, tokoh dari Jawa masih mendominasi. Di antaranya yang santer terdengar adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menparekraf Sandiaga Uno hingga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Perlahan namun pasti, nama Mantan Menteri Pertanian era Kabinet Kerja pertama, Andi Amran Sulaiman (AAS) mulai diperhitungkan sebagai tokoh representatif dari wilayah timur Indonesia.

Amran masuk dalam survei tokoh nasional yang berpotensi kuat dalam kontestasi politik Indonesia ke depan. Bahkan ia merupakan satu-satunya tokoh politik asal Indonesia Timur yang masuk dalam daftar survei tersebut. Lantas bagaimana peluang CEO Tiran Group itu di kancah perpolitikan nasional?

Dr Sawedi Muhammad, Sosiolog Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar menguraikan peluang terbuka lebar bagi AAS kalau berkeinginan tampil di panggung politik nasional.

Sawedi menilai, dari segi pengalaman, kapasitas individu, modal sosial dan jejaring di level nasional, AAS sangat layak diperhitungkan sebagai salah satu figur pemimpin nasional dari Indonesia Timur.

Komentar