Anak Buah Cak Imin Jadi Tersangka Korupsi, KPK Sebut Terima Hadiah dari Proyek PUPR

Senin, 15 Februari 2021 20:51

Juarsah, tersangka kasus korupsi.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Muara Enim Juarsah sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek-proyek di Dinas PUPR Muara Enim tahun 2019.

Juarsah ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitas sebagai Wakil Bupati Muara Enim 2018-2020.

“Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi menerima hadiah atau janji terkait dengan proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2019. Bersamaan dengan dilakukannya Penyidikan sejak tanggal 20 Januari 2021, KPK selanjutnya menetapkan seorang Tersangka yakni JRH (Juarsah),” kata Deputi Penindakan KPK Karyoto di Gedung KPK, Jakarta, Senin (15/2).

Penetapan tersangka terhadap Juarsah merupakan pengembangan dari kasus serupa yang telah menjerat mantan Bupati Muara Enim, Ahmad Yani; Aries HB selaku Ketua DPRD Muara Enim; Ramlan Suryadi selaku Plt Kadis PUPR; Elfin MZ Muhtar selaku Kabid Pembangunan Jalan dan PPK di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim; serta seorang pihak swasta bernama Robi Okta Fahlefi.

Kelima orang tersebut telah divonis bersalah dan berkekuatan hukum tetap.

Dipaparkan Karyoto, Juarsah diduga turut menyepakati dan menerima sejumlah fee berupa commitment fee dencan nilai 5 persen dari total nilai proyek pembangunan jalan di Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2019. Salah satunya, dari Robi Okta Fahlefi sebagai kontraktor proyek.

Komentar