Banjir dan Longsor Jatim, 20 Warga Dilaporkan Hilang, Ratusan KK Mengungsi

Senin, 15 Februari 2021 17:37

Kondisi banjir di Pasuruan. (Dok BNPB)

FAJAR.CO.ID, PASURUAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan melaporkan banjir terjadi di sejumlah desa di 3 kecamatan. Banjir dipicu salah satunya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Kondisi tersebut berdampak debit air Sungai Kedunglarangan di Kecamatan Bangli, Sungai Rejoso di Kecamatan Winongan dan Kecamatan Grati meluap.

“Banjir terpantau berlangsung pada Minggu malam (14/2), pukul 23.50 waktu setempat,” jelas Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangannya, Senin (15/2/2021).

Berikut beberapa desa terdampak di 3 kecamatan, yaitu Desa Satak, Tambaka, Kalianyar, Kalirejo dan Masangan (Kecamatan Bangli), Desa Bandaran dan Prodo (Kecamatan Winongan) dan Desa Kebrukan (Kecamatan Grati).

Tercatat 294 KK terdampak dan sebanyak 357 jiwa mengungsi. Mereka yang mengungsi di Masjid Al-Islah sebanyak 116 jiwa dan 148 jiwa di TK Setia Budi. Sedangkan ratusan rumah warga terdampak dengan tinggi muka air banjir sekitar 70 cm.

“BPBD dan unsur-unsur terkait lain telah melakukan upaya penanganan darurat kepada masyarakat terdampak,” tukasnya.

Sementara itu, wilayah lain di Provinsi Jawa Timur mengalami banjir. Tanah longsor yang dipicu oleh hujan intensitas sedang hingga tinggi terjadi pada Minggu malam (14/2/2021), sekitar pukul 18.30 WIB melanda sejumlah rumah warga di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Komentar