Din Syamsuddin Dilaporkan ke KASN, Ketua HMPI: GAR ITB Hanya Cari Sensasi

Senin, 15 Februari 2021 18:37

Andi Fajar Asti. (IST)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Gerakan Anti Radikal – Alumni Institut Teknologi Bandung (GAR – ITB) yang melapor ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) atas dugaan pelanggaran kode etik ASN oleh Prof Din Syamsuddin menuai banyak polemik.

Ketua umum Dewan Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI), Andi Fajar Asti meminta KASN tidak menindaklanjuti laporan GAR – ITB tersebut.

“Saya melihat laporan GAR – ITB mengandung unsur ketidak hati-hatian. Sehingga  sangat disayangkan langkah yang dilakukan oleh GAR – ITB tanpa proses kajian mendalam. Kuat dugaan laporan GAR – ITB sangat dangkal dan mengandung unsur mencari sensasi,” katanya.

Padahal, semestinya alumni yang mengaku dari kampus ternama seperti ITB harus punya pemahaman yang utuh jika ingin menarik justifikasi terhadap seseorang.

“Karena apa yang dilakukan GAR-ITB ini telah menimbulkan kebisingan publik dan berpotensi merusak citra ITB itu sendiri,” sebutnya.

Direktur Eksekutif Aspeksindo itu menilai GAR ITB tidak menguasai point kode etik ASN.

“Tentu kita berharap KASN tidak menindaklanjuti  laporan yang masuk karena seorang Din Syamsuddin tentu sangat jauh dari apa yang dituduhkan GAR ITB,” jelasnya.

Bahkan, kata Andi Fajar, tak mungkin tokoh seperti Din Syamsuddin punya paham radikal.

“Dalam tubuh beliau, mengalir darah NU dan Muhammadiyah sampai detik ini. Juga sosok akademisi dan cendekiawan sejati yang mustahil ada darah ideologi radikal. Justru beliau selalu mendorong gagasan garis tengah dan toleransi,” pungkasnya. (msn/fajar)

Komentar