Imlek Tahun Kerbau Logam, Willi Berharap Lebih Baik dari Tahun Tikus 2571

Senin, 15 Februari 2021 15:53

Ketua INTI Peter Gosal memberikan angpao kepada barongsai dalam acara Bai Nian di Mal Pipo Minggu, 14 Februari -- TAWAKKAL/FAJAR

Etnis Tinghoa memaknai tahun Kerbau Logam 2572 sebagai tahun optimisme. Simbol kerja keras dan kerja cerdas. Kunci kesuksesan.

Laporan: MUHLIS MAJID

FAJAR.CO.ID — Kalangan etnis Tionghoa di Sulsel dan dari berbagai kota kembali merajut Bai Nian. Meski dengan konsep berbeda. Tak ada momen berkumpul dengan tatap muka dan kedekatan dalam arti sebenarnya.

Bai Nian dengan tema “Untukmu Negeri Kami Berbakti dan Peduli” ini digelar secara virtual. Menyesuaikan aturan protokol kesehatan pengendalian Covid-19.

Silaturahmi Imlek Virtual 2572/2021 dilaksanakan di Mal Phinisi Point (Pipo) Makassar, Minggu, 14 Februari. Beberapa tokoh Tionghoa Sulsel hadir. Lainnya melalui pertemuan virtual. Tetap khidmat dalam keterbatasan pertemuan.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulsel, Wilianto Tanta menuturkan, tahun baru Imlek Kerbau Logam menyimbolkan kerja keras. “Simbol kerbau itu binatang yang membaja,” katanya.

Kerja keras ini juga mesti dibarengi dengan kerja cerdas. Mesti bersinergi dan berkolaborasi. Dua hal ini menjadi keniscayaan. Bila itu dilakukan, diyakini akan memberikan jalan positif melewati tahun kerbau.

Wili–sapaan Wilianto Tanta berharap di tahun Kerbau Logam lebih baik dibanding tahun Tikus 2571 yang mendapat musibah pendemi Covid-19. Banyak usaha yang jatuh.

Terutama sektor pariwisata. Mulai dari rumah makan, restoran, hotel, dan penerbangan. Semua kena imbas. “Nah, kita akan berjuang, semoga tahun ini bisa berubah lebih lagi,” katanya.

Komentar