Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Kader Demokrat Dilantik Jadi PAW Anggota DPRD Bulukumba

Senin, 15 Februari 2021 22:13

PAW Anggota DPRD Bulukumba resmi dilantik di ruang rapat paripurna DPRD.

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA–Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Bulukumba resmi melantik dua Pejabat Antar Waktu (PAW) dalam sidang paripurna istimewa yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Bulukumba pada Senin (15/02/2021).

Kedua Legislator yang dilantik itu yakni M Sabir dan Asri Jaya menggantikan dua pendahulunya, Andi Murniyati Makking dan Andi Hamzah Pangki.

Namun, dalam pelantikan dan pengambilan sumpah itu kini menjadi ramai diperbincangkan di publik. Pasalnya, Muhammad Sabir, legislator partai Demokrat, merupakan tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan kapal nelayan 30GT pada Dinas Perikanan dan Kelautan.

Kepala Kejaksaan Negeri Bulukumba Hartam Ediyanto mengatakan, bahwa adapun status tersangka Muhammad Sabir yang telah dilantik tentunya tidaklah mempengaruhi proses hukum yang sedang berjalan.

“Tidak ada masalah, tetap akan dilimpahkan,” kata Hartam kepada Fajar.co.id.

Ia menerangkan, jika pihaknya tengah melakukan persiapan tahap dua kasus yang mendudukan M Sabir sebagai tersangka.

“Penetapan tersangka kasus ini sudah sejak 2016 lalu. Saat ini kami sedang dalam proses tahap dua yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti,” katanya

Hartam juga mengaku, sebelumnya telah melakukan pemanggilan terhadap tersangka namun mangkir.

“Terkait panggilan minggu kemarin yang bersangkutan belum hadir karena alasan sakit jadi mangkir. Dan akan diagendakan lagi minggu-minggu ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hartam menambahkan, bahwa untuk Arifuddin yang saat ini berstatus sebagai DPO sementara dalam pengejaran. Sehingga, Hartam pun mengaku jika hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk melakukan pengajuan satu tersangka lebih dulu.

“Untuk yang DPO sendiri kami sudah lakukan koordinasi untuk dilakukan pencarian. Yang penting kita ajukan salah satu dulu,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, nama Muhammad Sabir terseret dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kapal 30 GT yang bergulir 2014 silam dimana Kejaksaan menemukan kerugian negara sebesar Rp300 juta lebih dari total anggaran Rp2,1 mliar.

Saat itu, Muhammad Sabir menjabat sebagai kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bulukumba.

Hanya saja dalam prosesnya, kasus ini tersendat lantaran satu orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka, Arifuddin melarikan diri dan masuk daftar DPO Kejaksaan. Status Afrifuddin sendiri dalam kasus dugaan korupsi ini sebagai rekanan. (MG7/fajar).

Bagikan berita ini:
5
9
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar