Jokowi Minta Dikritik, Febri Diansyah: Ayolah Lebih Logis!

Senin, 15 Februari 2021 17:15

Febri Diansyah. (JPNN)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengatakan ingin mendapat kritikan yang keras dari masyarakat, perlu dipahami oleh bawahannya.

“Intinya jangan sampai Pemimpin komitmen menerima dan berharap kritik tetapi anak buah bikin term and condition segudang. artinya, komitmen Presiden mestinya dipahami secara tepat oleh jajaran di bawah,” kata Febri dikutip keterangan tertulisnya, Senin (15/2).

Febri mengatakan, di satu sisi pemerintah ingin agar mendapat kritik dari masyarakat, di lain sisi, masyarakat disuruh mengkaji UU ITE.

“Kritik dibuka, tapi masyarakat disuruh belajar hukum dan baca UU ITE, misalnya. Jangankan masyarakat awam, para sarjana hukum saja masih berdebat ketika baca sebuah UU,” katanya.

“Ayolah lebih logis dan menitikberatkan pada kemampuan dan kepentingan masyarakat,” sambung pegiat anti korupsi ini.

Menurutnya, ada yang lebih keliru lagi, yaitu masyarakat disuruh kritik, tapi harus dengan solusi.

“Gini ya, pengkritik itu bukan lembaga konsultan yang tugasnya evaluasi terus kasih solusi. Apalagi jika kritiknya keluhan pelayanan publik. Solusinya ya pelayanan publiknya diperbaiki.. dan itu tugas penyelenggara negara/daerah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Presiden Jokowi Fadjroel Rachman mengatakan, jika masyarakat ingin mengkritik dan tidak dijerat hukum, maka harus memahami UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar