Kapal Meledak di Samarinda, Tiga Korban Meninggal dan Satu Terluka

Senin, 15 Februari 2021 08:20

Kapal Oil Bas GPE milik PT Barokah Perkasa Samarinda terbakar dan meledak di perairan Sungai Mahakam Samarinda. (Arumant...

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA — Polresta Samarinda, Kalimantan Timur, menyatakan ada tiga korban meninggal dunia dan satu orang luka ringan dalam peristiwa meledaknya kapal tanker. Ledakan dan kebakaran kapal itu terjadi di galangan PT Barokah Perkasa, Pulau Atas, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Kamis (11/2).

Kasubaghumas Polresta Samarinda AKP Annisa Prastiwi menjelaskan, tiga orang meninggal dunia tersebut, Suwardi, 37; Gunawi, 52; dan Tumiran Murcholis, 58.

”Ketiga jasad korban sudah ditemukan tim SAR gabungan di perairan Sungai Mahakam dan korban terakhir ditemukan, yakni Tumiran pada Minggu (14/2) siang di perairan Sungai Tembolo Tambora, Desa Muara Pantauan, Kukar (Kutai Kartanegara),” kata Annisa seperti dilansir dari Antara di Samarinda.

Dia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (11/2) sekitar pukul 14.30 wita. Satu unit kapal di galangan PT Barokah Perkasa, Pulau Atas, Sambutan, Samarinda, terbakar dan meledak. Kapal yang terbakar tersebut adalah Oil Bas GPE (Gemilang Perkasa Energi) milik PT Barokah Perkasa Samarinda.

Berdasarkan keterangan saksi Prasetya Abdillah, lanjut Annisa, saat itu tongkang dalam posisi stand by setelah naik dok. Posisi Prasetya berjarak kurang lebih 500 meter dari lokasi kejadian.

”Tidak lama kemudian terdengar ledakan dari kapal OB GPE. Saksi langsung menyalakan hydrant dan saat proses pemadaman terjadi ledakan sebanyak enam kali. Saat kejadian terdapat dua orang kru yang berada di kapal,” beber Anisa mengutip keterangan saksi.

Komentar