Klaster Jemaah Jangkaran Diduga Bermula dari Imam Masjid

Senin, 15 Februari 2021 10:10

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati. (FOTO ANTARA/Sutarmi)

FAJAR.CO.ID, KULONPROGO – Jumlah yang dinyatakan terpapar Covid-19 dari kelompok pengajian di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus bertambah.

Semula ada 35 jemaah yang terkonfirmasi positif Covid-19, dan pada Minggu (14/2) jumlahnya bertambah 22 orang lagi.

Total jemaah positif menjadi 57 dari 58 jemaah yang ikut dalam pengajian yang rutin diselenggarakan setiap akhir pekan itu.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati menduga penyebaran klaster pengajian Jangkaran ini berasal dari kasus di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Klaster ini terjadi setelah seorang imam dari masjid tersebut berkunjung ke Purworejo, di mana ada kasus positif terkonfirmasi COVID-19 sebelumnya.

“Dari 57 jamaah pengajian Desa Jangkaran, lima di antaranya dirawat di RSUD Wates, dan salah satu meninggal dunia,” kata Baning Rahayujati di Kulon Progo, Senin (15/2).

Kemudian, pada Minggu (14/2) ada satu lagi jamaah klaster pengajian Jangkaran dirawat di rumah sakit.

Perkembangan klaster pengajian Jangkaran ini menurutnya masih akan berlangsung karena sebelumnya beberapa anggota jemaah melakukan kegiatan keagamaan seperti tahlilan, dan salat berjamaah di musala yang ada di Desa Jangkaran.

Baning menjelaskan bahwa anggota jemaah yang terkonfirmasi COVID-19 telah menulari anggota keluarga lainnya.

Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat di Desa Jangkaran dan wilayah lainnya untuk tetap patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan. Menggunakan masker, meski di saat semua kegiatan dilaksanakan, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan.

Komentar