Pengurus NU Amerika Bantah Din Syamsuddin Radikal: Dia Cuma Manfaatkan Segala Cara untuk Berkuasa

Senin, 15 Februari 2021 08:10

Din Syamsuddin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika Akhmad Sahal menyebut mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin tidaklah radikal seperti yang dituduhkan sejumlah pihak.

Merespons cuitan Tokoh NU Ulil Abshar Abdalla, Sahal justru menilai Din sebagai politisi pragmatis yang memanfaatkan segala cara untuk berkuasa.

“Tuduhan ngawur. Pak Din Syamsuddin jelas gak radikal. Mnrtku dia politisi pragmatis aja yg memanfaatkan segala cara utk berkuasa,” kata Sahal dalam akun Twitter @sahaL_AS, Minggu (14/2).

Ia mengatakan, Din akan bersikap pasif apabila dirinya terlibat dalam kekuasaan.

Namun sebaliknya, menurut dia, Din tidak segan menggunakan jargon Islam atau bahkan mendukung kelompok radikal untuk menggembosi kekuasaan.

“Kalo berada dlm kekuasaan, dia anteng. Tp kalo di luar, dia tak segan pake jargon2 Islam atau belain kaum radikal utk gembosin yg berkuasa,” katanya.

Sebelumnya, Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB (GAR ITB) melaporkan Din Syamsuddin ke KASN atas dugaan pelanggaran kode etik terkait isu radikalisme. Din dilaporkan dalam kapasitas sebagai dosen UIN Syarif Hidayatullah.

Daulay mengatakan berdasarkan informasi yang dia kumpulkan, pihak yang melaporkan Din merupakan kelompok kecil yang mengatasnamakan ITB.

Menurut dia, masih banyak pendukung Din di ITB, mulai dari alumni, mahasiswa, hingga dosen. Mereka, kata dia, masih menaruh rasa hormat dan simpati kepada tokoh Muhammadiyah itu.

“Oleh karena itu, saya mendorong agar pelaporan dan labelisasi radikal kepada Prof Din Syamsuddin segera dicabut. Banyak orang yang tersinggung. Tidak hanya Pak Din, tetapi juga banyak kalangan dari berbagai latar belakang. Lebih baik kita fokus merajut kohesivitas dalam menangani pandemi ini. Kita hindari segala hal yang memancing kegaduhan,” ucap Daulay. (riz/fin)

Komentar


VIDEO TERKINI