Rudy Djamaluddin Siap Fasilitasi Pelantikan Danny-Fatma

Senin, 15 Februari 2021 16:04

Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin dengan Wali Kota terpilih tahun 2020, Mohammad Ramdhan Pomanto mengge...

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Perseteruan antara Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin dengan Wali Kota terpilih tahun 2020, Mohammad Ramdhan Pomanto berakhir. Hal itu ditandai dengan adanya pertemuan kedua bela pihak di gedung Balaikota Makassar hari ini, Senin (15/2/2021) siang.

Bahkan, usai menggelar pertemuan, Rudy yang masih memimpin Kota Makassar saat ini mengaku siap memfasilitasi pelantikan wali kota terpilih pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto – Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) nantinya.

“Kita berdoa, hari ini kita sangat apresiasi bapak Danny Pomanto bisa berkesempatan mengunjungi kita. Ini luar biasa karena kita dikunjungi untuk bicara, sama-sama berdiskusi, berkoordinasi,” kata Rudy pada wartawan.

“Tadi saya menanyakan pada beliau dan alhamdulillah ada informasi mungkin sekitar lima hari lagi (pelantikan) sehingga kami meminta arahan beliau (Danny Pomanto) apa-apa saja yang dipersiapkan pemkot dalam rangka jelang pelantikan. Supaya kami bisa mempersiapkan sesuatu yang beliau butuhkan, sehingga saat beliau masuk bisa langsung running,” sebut Rudy.

Lebih jauh, Rudy mengatakan dalam pertemuan itu ada banyak hal yang dibahas. Salah satunya adalah perihal Lelang Jabatan yang sedang berlangsung. Ia mengatakan Danny Pomanto telah memberi restu dan mempersilahkan asal semuanya berjalan sesuai dengan proses dan aturan yang ada.

“Semoga pelantikan beliau yang di informasikan mungkin sekitar lima hari penetapan rekomendasi dari KASN turun, setelah beliau sudah di lantik, beliau bisa memilih siapa yang terbaik yang bisa digunakan untuk Pemkot Makassar,” ujar Rudy.

Sementara itu, Danny Pomanto yang ikut bersama Rudy diwawancara, mengatakan pelantikan dirinya masih menunggu putusan pusat dalam hal ini Kemendagri. Termasuk semua regulasi pelantikannya, kata pemilik jargon ADAMA ini.

“Ikut saja arahan pusat dan arahan pak Gubernur. Karena inikan pelantikan serentak dan itu otoritasnya ada di Kemendagri. Tunggu saja. Kalau saya ikut saja kapan pun putusannya, dan itu keputusan negara kita ikut karena tentu itu pasti yang terbaik untuk semua pemenang pilkada,” singkat Danny Pomanto.

Ada pun terkait informasi kapan jadwal pasti pelantikan itu digelar, hingga hari ini belum diketahui. Termasuk kabar yang beredar pelantikan serentak tanggal 17 Februari kemungkinan akan diundur mengingat proses sidang sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) masih sedang berlangsung. (mg4/ fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI