Shamsi Ali: Jika Dunia Akademi Phobia Kekritisan, Berarti Terjadi Pemerkosaan

Senin, 15 Februari 2021 10:39

Shamsi Ali

FAJAR.CO.ID, JAKARTA— Imam Shamsi Ali turut menyoroti tuduhan radikal kepada mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Menurutnya, hanya alumni ITB yang memiliki hal itu.

Tanggapan ini disampaikan oleh Imam Shamsi Ali melalui akun Twitternya @ShamsiAli2, Senin (15/2/2021).

“Hanya alumni universitas di Indonesia seperti ITB ada Gerakan Anti Radikalisme. Di Amerika saja tidak ada yang gitu-gituan,” jelasnya.

“Di dunia kampus sikap kritis malah didorong. Jika dunia akademia phobia kekritisan, berarti terjadi pemerkosaan independensi intelektualitas. Menyedihkan!” tegasnya.

Menurutnya, upaya pembungkaman terhadap tuduhan radikal akan kekritisan manusia, selain bertentangan dengan kodrat manusia, juga bertentangan dengan HAM yang menjamin hak ekspresi.

“Dan jika tidak siap dikritik, jangan berada di posisi publik. Dalam tatanan Demokrasi, rakyat penguasa tertinggi,” uajrnya lagi.

Dikatakan imam di Islamic Center of New York AS ini, manusia itu mulia karena kapasitas kecendekiawanan yang menumbuhkan kuriositas pada dirinya.

Maka ketika melihat sesuatu yang kurang dipahami, apalagi paham kalau itu salah, pasti akan bersuara.

Ekspresi itulah yang terjadi dengan malaikat ketika Allah putuskan Adam hadir di bumi.

Pemilik nama lengkap Muhammad Syamsi Ali ini juga adalah Direktur Jamaica Muslim Center, sebuah yayasan dan masjid di kawasan timur New York, AS, yang dikelola komunitas muslim asal Asia Selatan.

Komentar