Tawuran Tak Pernah Reda, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Diminta Lakukan Hal ini

Senin, 15 Februari 2021 18:52

Kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Makassar. (Dok Humas Sulsel)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Aksi tawuran yang tak kunjung usai, seakan menjadi makanan sehari-hari polisi. Lagi-lagi, aksinya dipicu karena dendam lama antar kedua kelompok warga yang bertikai.

Terbaru, tawuran kembali pecah antara kelompok warga dari Barukang melawan Cambayya, Jumat (12/2/2021) pukul 23.00 WITA kemarin.

Parahnya, sebuah kios milik warga terbakar dan menghanguskan sebagian barang dagangan milik warga di sana. Parahnya lagi, warga menuding polisi sebagai pelaku pembakaran.

Di sisi lain, polisi justru membantah dan menyebut api sudah ada saat para pelaku tawuran di Cambayya melawan polisi menggunakan bom molotov dan mengenai bangunan kios yang terbuat dari kayu itu.

Satu anggota personel dari Tim Patmor Polda Sulsel, Bripda Ikhsan terkena anak panah di bagian perut. Beruntung tidak mengalami luka serius karena yang kena hanyalah rompi antipeluru yang ia kanakan.

Tidak hanya itu, aksi provokator dari warga lain pun jadi indikator aksi saling serang itu terjadi. Kapolri Jenderal Listyo Sigit diminta memperkuat strategi dalam mengantisipasi aksi yang sudah terjadi sejak beberapa tahun ini.

Pengamat Politik dan Hankam, Arqam Azikin, mengatakan, masalah ini masuk dalam Kamtibmas yang perlu ditindak. Karena sudah banyak merenggut nyawa.

“Kamtibmas seperti begal, penodongan, iya (tawuran) juga. Ini yang berbahaya karena bisa bunuh orang,” katanya kepada Fajar.co.id.

Komentar