Dituding Buzzer Jokowi, Addie MS: Aku Tak Pernah Dibayar untuk Mendukung Seseorang

Selasa, 16 Februari 2021 22:00

Addie MS-- instagramaddiems

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Bukan kali pertama bagi komposer kenamaan Indonesia, Addie MS dituding sebagai buzzer. Manuver Addie di media sosial yang kerap mengapresiasi kebijakan Presiden Jokowi menjadi penyebabnya.

Namun bukan kali pertama juga ia menepis tudingan tersebut. Sang musisi berkilah tak pernah segan mengapresiasi kebijakan pemerintah jika itu memang layak didukung.

“Jadi, buat yang terganggu dengan tweet-ku, silakan unfollow. Jangan biarkan tweet-ku merusak hari-harimu. Hidup terlalu pendek untuk mengeluh & membenci,” cuit Addie di laman Twitter pribadinya, Senin (15/2/2021).

“Aku tak kan takut untuk mengapresiasi siapa pun yang kuingin apresiasi. Dalam hal Pak Jokowi, bukan beliau yang butuh aku. Aku yang butuh Jokowi,” bebernya kemudian.

Ia juga blak-blakan bahwa dirinya tidak pernah menerima uang sepeser pun dari mendukung Jokowi. Karena menurutnya, bukan baru-baru ini saja ia gencar mendukung, tapi sejak Jokowi jadi Walikota Solo, Gubernur DKI hingga jabat Presiden RI.

“Kenapa seolah jabatan adalah pencapaian tertinggi manusia? 40 tahun lebih aku berjuang di musik menghasilkan karya, dari merekam Indonesia Raya yang sampai sekarang dipakai, lagu-lagu atau Mars & Himne TNI, Mahkamah Agung, Kemendagri, BI, Garuda Indonesia dll. Aku bersyukur atas semua itu,” tegasnya.

“Disebut buzzer atau apa pun namanya, aku tak pernah takut untuk mengapresiasi siapa pun yang aku anggap perlu diapresiasi. Oya, aku tak pernah dibayar untuk mengapresiasi atau mendukung seseorang. Kecuali aku diminta sebagai brand ambassador suatu produk. Pasti aku dibayar. Mahal,” klaimnya lugas.

Komentar