DPR Soroti Lambannya Proyek Jalur Kereta Api Sulsel, Kemenhub Diminta Buat Terobosan

Selasa, 16 Februari 2021 10:20

Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (15/2/2021).

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (15/2/2021). Ada tiga hal yang menjadi sorotan dalam kunker kali ini. Pertama prihal progress pembangunan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, proyek jalur kereta api, dan Makassar New Port.

Anggota Komisi V Hamka B Kady mengatakan, progress pembangunan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin luar biasa kemajuannya. Ia berharap proyek ini segera selesai sehingga Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia timur tidak kalah megah dengan di luar negeri. Baik model, pelaksanaan, hingga teknis luar biasa baik.

“Baru 60 persen pengerjaannya. Saya apresiasi dan bangga, Makassar punya bandara hebat tidak kalah dari yang di luar negeri. Sebenarnya 2022 sudah harus selesai, tapi kendala Covid turut mempengaruhi. Mudah-mudahan tidak lama lagi,” urai Hamka saat dijumpai fajar.co.id usai peninjauan.

PR-nya saat ini adalah pembangunan jalur kereta api yang tak kunjung tuntas. Kendalanya sama dari tahun ke tahun, alasan pembebasan lahan yang buntu.

Proyek Kereta Api Trans Sulawesi tahap satu bakal menghubungkan Kota Makassar dengan Parepare. Rel terbentang sejauh 145 kilometer, menghubungkan Makassar, Maros, Pangkep, Barru, dan Parepare.

“Sudah dua kali kami kunjungan belum ada progress yang begitu signifikan kemajuannya. Lagi- lagi persoalannya karena pembebasan lahan. Tapi kita tidak bisa juga salahkan siapa siapa karena memang prosesnya ruwet,” ungkap Hamka.

Komentar