Jokowi Minta Polisi Selektif soal UU ITE

Selasa, 16 Februari 2021 10:34

Presiden Joko Widodo-- sekretariat presiden

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Jokowi memberikan arahan soal UU ITE. Polisi diminta selektif menerima laporan terkait UU ITE. Pernyataan Jokowi ini ditengarai usai dikritik Jusuf Kalla (JK).

Arahan Jokowi tersebut disampaikan dalam rapat dengan pimpinan dari TNI dan Polri.

Jokowi mengingatkan kepada TNI dan Polri untuk menjunjung tinggi demokrasi. Jokowi ingin jajarannya benar-benar mewujudkan keadilan.

“Negara kita adalah negara demokrasi, yang menghormati kebebasan berpendapat dan berorganisasi, negara kita adalah negara hukum yang harus menjalankan hukum seadil-adilnya, melindungi kepentingan lebih luas dan menjamin rasa keadilan masyarakat,” kata Jokowi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (15/2/2021).

Jokowi juga meminta agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, selektif dalam menerima laporan warga. Menurut Jokowi, saat ini warga saling lapor menggunakan UU ITE.

Selain itu, Jokowi juga meminta agar Polri membuat pedoman UU ITE agar pasal-pasal yang ada di dalamnya tidak multi tafsir.

Berikut tiga arahan Jokowi soal UU ITE demi penuhi rasa keadilan:

Presiden Jokowi tidak menutup mata dengan banyaknya masyarakat saling melapor ke polisi. Jokowi meminta agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo benar-benar selektif.

“Belakangan ini, saya lihat semakin banyak warga masyarakat yang saling melaporkan. Ada proses hukum yang dianggap kurang memenuhi rasa keadilan tetapi memang pelapor itu ada rujukan hukumnya, ini repotnya di sini, antara lain Undang-Undang ITE,” kata Jokowi.

Komentar