Setelah Staf Kepresidenan, Giliran Komisi V Genjot Kelanjutan Proyek Kereta Api Sulsel

Selasa, 16 Februari 2021 21:51

Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras (Ist)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Komisi V DPR RI turut menggenjot proyek Kereta Api Makassar-Parepare. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Tim Kunjungan Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, di Kantor Gubernur.

Ia mangatakan, pihaknya akan fokus dalam mengatasi permasalahan pembebasan lahan yang menjadi faktor utama dari dari keterlambatan proyek kereta api di Sulsel.

“Kami menyarankan kepada pemerintah, bahwa sebelum melakukan pembangunan fisik agar sebaiknya melakukan upaya pembebasan lahan terlebih dahulu sampai selesai. Sehingga tidak ada lagi kendala-kendala sosial yang menghambat pelaksanaan kegiatan pembangunan,” kata Andi Iwan Aras, Senin, (15/2/2021).

Ia mengakui, permasalahan pembebasan lahan tidak hanya terjadi di Sulsel. Tapi hampir terjadi di seluruh daerah di Indonesia.

“Tapi saya kira harusnya ini menjadi prioritas dari Kementerian Keuangan agar supaya proses pembebasan lahan ini tidak terhambat dari LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara) itu sendiri,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Balai Perkeretaapian Wilayah Sulawesi, Jumardi, menegaskan bahwa untuk pembebasan lahan, pihaknya tetap akan menempuh cara-cara manusiawi dengan masyarakat.

Lebih lanjut, kata Jumardi, pencairan dana masih membutuhkan kelengkapan dokumen-dokumen andministrasi dari pemilik tanah, untuk menghindari kesalahan dalam pembayaran.

“Nah itulah yang sekarang sulit. Jadi saya sampaikan bahwa uang dari LMAN itu stand by. Saya selalu mengatakan untuk Makassar-Parepare stand by Rp1,1 triliun,” imbuhya.

Komentar