Tanggapi Ceramah Yahya Waloni, Dewi Tanjung Desak MUI Keluarkan Fatwa Haram

Selasa, 16 Februari 2021 09:56

Dewi Tanjung. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewi Tanjung, kritik keras Yahya Waloni dalam ceramahnya. Ia menuding perkataan Yahya Waloni dalam dakwahnya tuai ujaran kebencian dan permusuhan.

Dilansir dari cuitan akun Twiter pribadinya, Dewi Tanjung blak-blakan mengungkap rasa jengkelnya terhadap Yahya Waloni.

“MUI tolong blokir larang keras manusia yang bernama Yahya Waloni, berpraktek menjadi pendakwah/ustad dia iblis yang menyerupai manusia, menebarkan kebencian dan permusuhan dalam setiap perkataannya apa yang dilakukan sangat mempermalukan dan merugikan agama Islam,” tegas Dewi Tanjung, Senin (15/2/2021).

Sebelumnya, beredaran video ceramah Yahya Waloni tampak membagikan pengalamannya ketika menabrak anjing. Dengan nada serunya, pria 50 tahun itu mengaku sengaja menabrak anjing hingga kakinya pincang dengan alasan binatang tersebut najis.

“Kutabrak juga seekor anjing, enggak tahu punya siapa. Dia lari pincang kakinya. Kalau kambing masih saya rem, tapi kulihat anjing, kutembak satu yang paling depan,” ucapnya, dikutip dari Channel YouTube Hadist TV, Senin (15/2/2021).

Untuk diketahui, nama Yahya Waloni acap kali menjadi sorotan, ia merupakan seorang mualaf yang terjun sebagai penceramah dalam masyarakat, ceramahnya pun identik dengan bahasan kristenisasi dan misionaris. Ia merupakan mantan Pastor. Setelah ditelusuri, namanya terdaftar sebagai pendeta pada Badan Am Sinode GKI di Tanah Papua, Wilayah VI Sorong-Kaimana. Seringkali, ia mengehebohkan publik dengan ceramahnya yang frontal.

Menanggapi hal itu, Dewi Tanjung yang terkenal nyosor di media sosial. Tak tinggal diam. Lantas, kader PDIP itu berharap agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar mengeluarkan fatwa haram dalam aktifitas dakwah dan status ustad Yahya Waloni.

Tak hanya itu, iapun menegaskan agar MUI semestinya profesional dan bersikap adil dalam mengambil keputusan dan jangan hanya sibuk meladeni SKB 3 Menteri, mengingat surat keputusan terkait aturan pemakaian seragam sekolah, bersama tiga menteri kemarin.

“MUI tolong keluarkan fatwa haram Yahya Waloni jadi pendakwah dan ustad. MUI harus profesional dan bersikap adil jangan urusan SKB 3 Menteri terkait pemakai jilbab di sekolah MUI ngoceh2. Giliran ada manusia ngaku jd ustad sebar ujaran kebencian dalam isi ceramahnya MUI mingkem wae” jelasnya. (mg2/fajar)

Komentar