Ada Selisih Rp1,8 M, Kasus Dugaan Tipikor Irigasi Desa di Maros Naik Status Penyidikan

Rabu, 17 Februari 2021 09:16

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros, Galuh Bastoro Aji saat konfrensi pers.

FAJAR.CO.ID, MAROS — Status kasus dugaan tindak pidana korupsi pengerjaan pembangunan jaringan irigasi dan bendung Bainang di Desa Bontomanai Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tahun Anggaran 2018 ditingkatkan ke penyidikan Selasa, 16 Februari.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros, Galuh Bastoro Aji mengatakan pihak Kejari Maros telah melakukan gelar perkara atau ekspose kasus dugaan tipikor pengerjaan pembangunan jaringan irigasi dan bendung Bainang di Desa Bontomanai Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros dan hasilnya statusnya ditingkatkan ke penyidikan.

Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Maros, Afrisal Tuasikal mejelaskan kalau penyelidikan kasus dugaan tipikor ini mulai dilakukan pada awal Januari 2021 lalu dan telah diekspos.

“Dalam ekspos, kita semua sepakat agar penanganan perkara kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan,” katanya.

Dia menjelaskan jika kasus ini bermula saat adanya laporan dari warga.

“Jadi berangkat dari situ kami melakukan penyelidikan karena adanya laporan dan bangunan bendung yang terbengkalai ini tidak bisa dimanfaatkan warga. Padahal tujuannya kan untuk pengairan,” jelasnya.

Proyek bendung Bainang ini kata dia pagunya sekitar Rp6,7 M yang dikerjakan tahun 2018 oleh PT Harfiah Graha Perkasa.

“Diakhir tahun 2018 pekerjaan yang berada dibidang sumber daya air Dinas PUPR ini tidak selesai. Meski anggarannya sudah dicairkan 90 persen dari anggaran Rp6,7 Miliar atau sebesar Rp6,1 Miliar yang dicairkan,” ungkapnya.

Bagikan berita ini:
7
2
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar