Bandingkan Museum Bung Karno dan SBY-Ani, To’pe: Nyinyir Kok Pakai Standar Ganda

Rabu, 17 Februari 2021 20:24

Taufik Rendusara

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Polemik bantuan anggaran pembangunan Museum dan Galeri SBY-ANI yang akan dibangun di Pacitan dari Pemprov Jawa Timur terus berlanjut.

Kader Partai Demokrat, Taufik Rendusara atau yang akrab disapa To’pe ikut membela pembangunan museum oleh Yudhoyono Foundation.

Menurutnya, bantuan anggaran dari Pemprov Jatim merupakan inisiatif dari Pemkab Pacitan untuk membantu pembangunan museum yang didedikasikan untuk Presiden Indonesia ke-6 dan istrinya.

To’pe lantas membandingkan pembangunan Museum SBY-Ani dengan Museum Bung Karno.

Diketahui pada saat Joko Widodo masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Pengurus Yayasan Bung Karno sempat menemui Jokowi untuk meminta bantuan kelanjutan pembangunan Museum Jokowi.

Tak hanya anggaran, saat itu Guruh Soekarnoputra juga meminta Pemprov DKI Jakarta membantu proses perizinan untuk museum.

“Museum Bung Karno gak ada yang ributin dana hibah dapat darimana tuh. Padahal jelas2 “Meminta” kepada gubernur DKI. Nyinyir kok pakai standart ganda,” kata To’pe dikutip fajar.co.id di akun Twitternya.

Sebelumnya, Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat, Andi Arief menegaskan SBY tak pernah meminta bantuan dana hibah Rp9 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk pembangunan Museum SBY-Ani di Kabupaten Pacitan.

Andi menyebut SBY justru yang mendapat tawaran dana hibah dari Pemprov Jatim. Namun, dana hibah tersebut belum diterima oleh SBY sampai saat ini.

Komentar