Cerita di Balik Perdamaian Guru Hervina, Simak Penjelasan Ketua Komisi 1 DPRD

Rabu, 17 Februari 2021 20:36

Ketua Komisi 1 DPRD Bone, Saipullah Latif Manyala

FAJAR.CO.ID, BONE — Kepala Sekolah SD 169 Sadar, Hamsinah dan suaminya Jumrang telah meminta maaf kepada guru honorer Hervina. Kepala Dinas Pendidikan Bone Andi Syamsiar Halid dan Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan menjadi saksinya.

Meski begitu, masih ada tuntutan dari Pemuda Tellu Limpoe untuk tetap melakukan audit kinerja terhadap Hamsinah dan Jumrang.

Ketua Komisi 1 DPRD Bone, Saipullah Latif Manyala menerangkan, Jika evaluasi dilakukan itu namanya tidak berdamai, tetapi ada unsur sentimen atau dendam. “Nah, bukan begitu rohnya daripada yang namanya rekonsiliasi,” katanya kepada FAJAR Rabu (17/2/2021).

Kata dia, semisal jika hal itu dilakukan Jumran atau Kepala UPT SD 169 Sadar dimutasi akibat dari petisi itu. Sama saja menghukum orang dua kali sementara Hervina sudah kembali aktif.

“Mari kita merefleksi history keberadaan Hervina di sekolah tersebut. Kan juga atas rekomendasi atau ajakan dari Pak Jumran. Saya kira dengan kembalinya Hervina masalah sudah selesai,” sebutnya.

Selain itu, jika pun Hervina ditempatkan di perpustakaan syaratnya mutlak mempunyai sertifikat pustakawan, kalau belum disarankan untuk mengikuti diklat karena kalau tidak, itu tidak bisa diinput di Dapodik sekolah tersebut.

“Analogi masalahnya begini, jika ini sebuah kompetisi kan sudah draw. Satu sama. Hervina kembali dipulihkan dan Pak Jumran sudah minta maaf. Maaf itu kan dapat dimaknai sebuah hukuman sosial dari apa yang telah dilakukan,” jelasnya.

Komentar